BATULICIN – Meski berada dihari libur dan penghujung tahun, Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar, menyempatkan diri untuk ziarah ke makam pendahulu dan guru-guru di Kabupaten Kotabaru.nnSebagaimana diketahui, sosok Zairullah Azhar adalahnseorang agamis, sering melaksanakan ziarah dan ditengah kesibukannya sekarang sebagai Bupati Tanah Bumbu, ia selalu menyempatkan diri untuk ziarah tanpa kenal lelah.nnHampir semua di daerah Kalimantan Selatan, Zairullah ziarah ke makam guru-guru, aulia dan Wali Allah, hingga para perjuang.nnBahkan dipenghujung tahun dilibur hari kerja, Sabtu (30/12/2023), Zairullah ziarah ke makam Raja Pulau Laut Kotabaru yakni Pangeran Jaya Sumitra, yang berada di Desa Sigam Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.nnSelain itu, Zairullah juga mengunjungi makam KH Sulaiman Nain dan sejumlah Tokoh pendahulu. Yang mana, ziarah kali ini didampingi Plh Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Eka Saprudin, juga turut didampingi Kadiskominfo SP Tanbu, Alhusain Mardani, KrpalaDinas Pariwisata H Syamsuddin, Kasatpol PP Syaikul Ansyari dan sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.nnSaat ziarah, Zairullah dan rombongan mendoakan para pendahulu dan para wali Allah itu.nnKadis Kominfo SP Tanbu, Alhusain Mardani, mengatakan kegiatan ziarah ini memang menjadi kebiasaan Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar. Meski hari libur, bupati selalu menyempatkan diri untuk ziarah.nn” Sabda Rasulullah, orang yang ziarah ke makam wali, diikuti 70 ribu malaikat. 70 ribu malaikat ini diperintah Allah mendoakan mereka (orang yang ziarah) dan juga salah satu keberkahan hidup adalah menziarahi wali-wali, pendahulu kita termasuk orangtua dan guru-guru kita, ” kata Husain.nnSekadar diketahui, Pangeran Jaya Sumitra merupakan raja pertama di kerajaan Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).nnSilsilah Pangeran Jaya Sumitra ini ternyata masih keturunan dari petinggi dua kesultanan di Borneo dan Raja Kusan.nnDalam darah Pangeran Jaya Sumitra mengalir trah Kesultanan Banjar dan Kerajaan Paser.nnPangeran sendiri merupakan putera dari Pangeran H Musa. Ia merupakan adik ipar dari Sultan Adam Al-Watsiq Billah, Sultan Banjar periode 1825-1857.n

Foto : Net

nSementara dari perkawinan Ratu Salamah binti Sultan Sulaiman, lahirlah Pangeran Panji, Pangeran Muhammad Nafis, Pangeran Jaya Sumitra dan Pangeran Abdul Kadir.nnPada tahun 1845, Pangeran Jaya Sumitra menjadi Raja Kusan lV.nnPangeran kemudian mengambil keputusan untuk memindahkan pusat kekuasaannya ke Pulau Laut. Tepatnya di Salino, yang saat ini masuk wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah.nnMeski begitu, wilayah kekuasaannya masih membawahi wilayah Kusan dan Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.nnDaftar Raja kerajaan Pulau LautnnSejak tahun 1855 Landschap Koesan mencakup daerah Batulicin dan Pulau Laut.nn* 1850 – 1861: Raja Pulau Laut I : Pangeran Jaya Sumitra bin Pangeran Muhammad Nafis dari Kerajaan Kusan,n* 1861 – 1873: Raja Pulau Laut II : Pangeran Abdul Kadir bin Pg. Muhammad Nafis. Pada tahun 1849 ia menikahi Aji Tukul/Ratu Intan II/Ratu Agung,n* 1873 – 1881: Raja Pulau Laut III : Pangeran Berangta Kasuma bin Pg Abdul Kadir,n* 1881 – 1900: Raja Pulau Laut IV : Pangeran Amir Husin Kasuma bin Pg. Berangta Kasuma,n* 1900 – 1903: Penjabat Raja Pulau Laut : Pangeran Abdurrahman Kasuma bin Berangta Kasuma (10 Januari 1900 – 7 Januari 1903),n* 1903 – 1903: Penjabat sementara Raja Pulau Laut : Pangeran M. Aminullah Kasuma bin Pg. Amir Husin Kasuma ( 7 Januari 1903 – 3 April 1903), Kerajaan Pulau Laut dihapus, dimasukan langsung ke dalam Pemerintahan Hindia Belanda.n– Sumber / Source: Wikin